Senin, 07 November 2016

ORANG TUA NABI

Penjelasan ilmiah imam As-suyuti رحمه الله dalam kitab Masalikul hunafaa'. Hadits Imam Muslim dalam kitab sahihnya yang di riwayatkan dari Abu Bakar bin Abi Syaibah dari Affan dari Hammad bin salamah dari Tsabit dari Anas: Seorang laki laki bertanya: "Ya Rasulullah di mana ayahku?" Nabi ﷺ menjawab: "Di neraka". Setelah orang itu pergi maka ia di panggil kembali oleh Nabi ﷺ kemudian bersabda: "Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka". Mengenai hadits ini Para Imam Ahli Hadits seperti Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Daud, dan Al-Baihaqi, meriwayatkan hanya melalui jalur Hammad dari Tsabit dari Anas bin Malik. Hadits ini tidak diriwayatkan dengan jalur selain mereka. Dalam periwayatan yang lebih tsiqah yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Ma’mar, tidak terdapat lafadz yang menyebutkan kalimat bahwa ayah Nabi ﷺ termasuk ahli neraka. Namun Kalimatnya adalah: إذا مررت بقبر كافر فبشره بالنار "Apabila kamu melewati kuburan orang kafir maka sampaikalah kepadanya berita ancaman tentang api neraka". Dalam periwayatan ini, lebih dipercaya/tsiqah sebab diriwayatakan dari Ma’mar. Oleh karena itulah imam Bukhari hanya meriwayatkan hadits dari jalur dan isnad Ma’mar dan imam Bukhari tidak menerima periwayatan dari Hammad. Dan tak ada satu-pun para ulama ahli hadits yang mempermasalahkan Ma’mar. Maka seharusnya hadis periwayatan dari jalur Ma’mar lebih didahulukan dari hadis periwayatan imam Muslim dari jalur Hammad. Dan dikuatkan juga dengan hadits yang di riwayatkan oleh imam Al-Baihaqi, Al-Bazzar dan At-Thabrani dari jalur Sa’ad bin Abi Waqqas, dengan susunan kalimat seperti yang ada dalam hadits Anas melalui jalur Ma'mar : أنّ أعرابيًا أتى النبى صلّى الله عليه و سلّم فقال " يا رسول الله أين أبى .. ؟ " قال " فى النار " قال " فأين أبوك .. ؟ " قال " حيثما مررت بقبر كافر فبشّره بالنار " . Bahwasanya ada seorang badui datang kepada Nabi ﷺ dan bertanya; "Wahai Rasulullah di mana ayahku?" Rasulullah menjawab; "Di neraka", Lalu orang dusun arab itu bertanya lagi; "Lalu di mana pula ayahmu ?", Maka Nabi ﷺ menjawab; "Sekiranya kamu melewati kuburan orang kafir, maka sampaikalah kepadanya berita ancaman tentang api neraka". Dari riwayat-riwayat yang lebih tsiqah(terpercaya) ini, tidak menyebutkan ayah Nabi ﷺ di neraka, tapi menyebutkan "Jika kamu melewati kuburan orang kafir, maka sampaikanlah kepadanya berita ancaman tentang api neraka". Maka hadits ini lebih bisa dipegang dari hadits imam Muslim melalui jalur Hammad. Adapun tambahan kalimat "inna abi wa abaka finnar" adalah tambahan ucapan dari perawi Hammad sendiri yang di riwayatkan berdasarkan hafalanya yang lemah dan ingatanya yang kurang kuat. Jika hadits sahih bertentangan dengan dalil-dalil lain yang lebih kuat dari hadis tersebut , maka hal itu harus di takwil sebagaimana ketetapan dan kaidah dalam Ilmu Usul. Demikian imam As-suyuti dalam kitabnya Masalikul hunafaa', tentang ulasanya terhadap hadits Imam Muslim tersebut. والله أعلم....