Senin, 07 November 2016

MENJADI MUSYRIK TANPA DISADARI

Tidak dipungkiri bahwasanya riya adalah urusan hati dan kita tidak mungkin dapat mengetahui isi hati seseorang, namun riya dapat diketahui dari ciri-cirinya diantara cirinya yaitu gemar pamer dan membanggakan amal ibadah di hadapan orang lain. Berapa banyak di zaman sekarang ini sahabat-sahabat kita yang dengan terang-terangan memamerkan dan membanggakan amal ibadah mereka dan meremehkan amal ibadah orang lain diantaranya yang sedang masif di pamerkan dan di banggakan yaitu berlomba-lomba menghitamkan dahi, shalat berjamaah di masjid dengan shof yang rapat dan suara yang merdu, celana tidak isbal, jenggot lebat, hafal Al-Quran dan banyak lainya lagi. Namun sangat disayangkan jika amal baik hanya semata-mata dilakukan untuk dipamerkan dan di banggakan yang hanya akan menjerumuskan para pelakunya terhadap riya, dan menjadi musyrik tanpa disadari. Dalam sebuah hadits disebutkan: عن شداد بن أوس : قلت يارسول الله! أتشرك امتُك من بعدِك ؟، قال: نعم، انهم لا يعبدون شمسا ولا قمرا ولا وَثنًا ولا حجراٌ، ولكنَّهم يُراءون باعمالِهم. Dari sahabat Syaddad bin Aus: Aku bertanya, akan kah umatmu menjadi musyrik sepeninggalmu kelak? Nabi menjawab," iya, namun mereka tidak menyembah matahari, bulan, berhala, dan batu, tetapi mereka riya (ingin dilihat orang lain) dalam amal mereka. HR.Ahmad, Al-Hakim, Ibnu Majah. Semoga kita senantiasa beramal shalih semata hanya untuk Allah ﷻ dan dijauhkan dari sifat riya. وربنا الرحمن المستعان ....